Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net
Hello Kitty Touching Lip

Jumat, 17 Agustus 2012

FF Thanks, You Change My Life

Author             : Park Sun Haea.k.a TSL
Rate                : PG 15 +
Length             : Series
Genre              : Sad , hurt , romance
Main Cast         :Cha Eun Joo
                         Kim Jong Woon
Support Cast    : Park Jung Soo
                         Lee Donghae
                         Kim Min-ah

Note :
Berhubung dalam fanfiction ini Kim Jong Woon sama Park Jung Soo bersaudara.Jadi, marga Park dari Jung Soo berubah menjadi Kim Jung Soo.

Dibuat pada tanggal 17 Agustus 2012

Happy Reading

“Minji-ah, ppali ireona !Ppali ! Jangan bercanda, Minji-ah !”, ucap Jong Woon sembari menggoyangkan tubuh calon istrinya itu.

“Jong Woon-ah. Sudahlah ! Minji telah pergi meninggalkan kita”, Nyonya Kim berusaha menyakinkan Jong Woon atas kematian Minji. Melihat keadaan anaknya seperti itu membuat Nyonya Kim terisak dalam tangis.

“Apa yang eomma katakan ?Dia hanya tertidur sebentar. Sebentar lagi Minji akan bangun”, ucap Jong Woon tanpa memandang Nyonya Kim. Ia terus menggengam kuat tangan  Minji yang tiada berdaya.

“Dia bukan tertidur...Minji sudah meninggal. Jangan seperti ini, Jong Woon-ah! Sadarlah, jebal”,teriak Nyonya Kim sembari memukul –mukul badan Jong Woon. Tetapi Jong Woon tak menghiraukan pukulan itu. Kim Jung Soo tak mampu berkata apa- apa. Hal yang pertama Jung Soo lakukan adalah berusaha menenangkan Ibunya dalam pelukkannya.

“Sudah aku katakan, eomma. Minji itu hanya tertidur. Lagipula sebentar lagi kami akan segera menikah.Tidak mungkin Minji akan meninggalkanku, eomma. Minji-ah, Itu benar, bukan?”,Jong Woon tetap bersisih keras terhadap pendapatnya. Ia menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Minji.

 “Ahh.. geumanhae, Jong Woon-ah. Dengarkan eomma! Minji telah MENINGGAL. Lihatlah wajahnya sangat pucat. Tubuhnya kaku dan dingin. Apa kau masih tidak mengerti juga?”, Nyonya Kim menunjuk ke arah Minji dan memegang tangan Minji dan menjatuhkannya secara perlahan.

“Itu tidak akan mungkin terjadi. Aku tidak percaya dengan semua ini”, Jong Woon menggerakan tubuh Minji.

“Apa yang dikatakan eomma itu benar. Sadarlah Jong Woon-ah ! Apa kau tidak kasihan melihat eomma menangis seperti ini?”, Jung Soo mulai bicara.

Kini, tangis Jong Woon pecah. Matanya merah. Ia mengacak rambutnya kesal. Melihat keadaan Jong Woon seperti itu, tentu Nyonya Kim, Jung Soo, Donghae dan Min-ah merasa iba tetapi bagaimana lagi , mereka harus berkata jujur kepada Jong Woon mengenai itu walaupun membuat Jong Woon seperti itu.

                                                                              )o(

“Minji-ah. Kenapa kau meninggalkanku ? Kenapa kau tak bisa menepati janjimu? Bukankah kau pernah bilang bahwa kau membenci orang yang suka ingkar janji ?Kalau begitu, kenapa kau melakukannya ? Apa kau tahu betapa sakitnya perasaanku? Apa kau pernah memikirkan itu ? Aniyo... bukan kau yang salah, Minji-ah tapi aku yang bersalah. Aku yang telah menyebabkan ini terjadi. Seandainya aku tidak memaksamu untuk cepat-cepat datang menemuiku , ini pasti tidak mungkin terjadi.Aku lah penyebab kematianmu itu. Betapa egoisnya aku ?”, kalimat-kalimat itu selalu dilontarkan Jong Woon sembari memandang foto Minjinya itu hampir setiap hari dalam waktu seminggu.

Mengurung diri di kamar. Tidak memiliki nafsu untukmakan. Yang membuat Jong Woon  lebihparah lagi, Jong Woon sering melukai tubuhnya sendiri. Jung Soo selalu menghalangi perbuatan ekstrem adiknya itu. Mereka sudah melakukan berbanyak cara untuk memulihkan Jong Woon kembali. Sebenarnya ada cara lain yaitu membawa Jong Woon ke Rumah Sakit Jiwa. Tetapi mereka semua menolak saran itu. Mereka pikir Jong Woon akan sembuh dengan sendirinya. Lebih baik membiarkan Jong Woon untuk sendiri. Hanya waktu lah yang dapat menyembuhkan perasaan sakitnya itu.

Min-ah mengetuk pintu Jong Woon oppanya itu untuk mengantarkan makan siang Jong Woon tetapi seperti biasanya Jong Woon tidak pernah membukakannya. Untuk menjawab panggilan adiknya saja pun tidak. Bahkan pintu itu selalu terkunci rapat. Min-ah sudah merasa sangat kesal terhadap kelakuan kakak laki-lakinya itu. Bayangkan sudah seminggu Jong Woon tidak makan sama sekali. Itu membuat Min-ah menjadi geram terhadap Jong Woon ditambah mengingat bahwa ibu mereka menangis sepanjang hari, sepanjang malam. Min-ah membuka pintu itu dengan menggunakan kunci cadangan tanpa sepengetahuan Jung Soo , Nyonya Kim dan Donghae yang saat itu sedang berada di rumah Jong Woon.

“Aaa.. eomma, Jung Soo oppa,  Donghae oppa”, Min-ah berteriak. Apa yang dibawa seperti gelas, piring, sumpit, sendok , mangkok, dan nampan jatuh kelantai. Mendengar hal tersebut membuat Nyonya Kim, Jung Soo dan Donghae cepat-cepat menghampiri Min-ah.


To be continue >>>


Tidak ada komentar:

Posting Komentar