Author : Park Shin Hae a.k.a TSL
Genre : Sad , romance
Rated : PG 15+
Length : Series
Main Cast : Lee Hye In
Cho kyuhyun
Support Cast : Lee Donghae
Yesung
Park Hwa Young
Desclaimer : Fanfic ini asli buatan saya , murni dari hasil pemikiran saya. Semua cast milik Tuhan , keluarga dan para fans terkecuali Cast Lee Hye In dan Park Hwa Young adalah milik saya.
No copy without my permission. No bash , please !
Dibuat pada bulan April 2013
Happy Reading
Author Pov
Tampak
seorang perempuan yang berusaha membuka kedua mata indahnya secara
perlahan. Masih terdiam membisu mengingat apa yang telah terjadi
sebenarnya dan kenapa ia bisa berada ditempat seperti ini. Terlihat
bingung tak mengerti apa- apa diwajah mungilnya itu atas keadaan
sekitar. Ia berusaha mengingatnya namun kepalanya tak mampu sehingga
membuat kepalanya begitu terasa sakit.
“ Hye In-ah ,
kau sudah sadar ?” , tanya seseorang yang tak lain adalah kakaknya Lee
Donghae yang selalu menjaga , merawatnya dan bahkan menggantikan peran
kedua orang tuanya yang telah terlebih dahulu meninggalkan mereka berdua
menuju alam lain sekitar 10 tahun yang lalu.
“Ne, oppa. Eodiso ? Rumah
sakit ?” Tanya Hye In yang masih menampakkan kebingungan diwajahnya
sambil memutarkan kedua bola matanya melihat benda – benda yang berada
didekatnya.
“Ne , Hye In –ah” , jawab Donghae.
“Aku mau keluar,ingin mencari udara segar. Bolehkan, oppa?” pinta Hye In.
“ ANDWEE. Kau harus tetap berbaring. Ani… aniyo maksudnya kau harus tetap beristirahat” , balas Donghae terbata-bata seolah sedang menyembunyikan sesuatu.
“Tapi aku merasa bosan ,oppa”, pekik Hye In.
“ Tidak boleh , Araso ?”,
teriak Donghae kepada Hye In . Hye In menolaknya , ia tetap
melakukannya namun ketika Hye In ingin membuka selimut yang sedari tadi
yang digunakannya , begitu terkejut dan ditambah marahnya ia bahwa kaki
kanannya sudah tidak ada.
“ Oppa , ada apa dengan kakiku ?Kenapa seperti ini ? Katakan , jebal ”,
tangis Hye In menyesalinya. Donghae tak menjawab apa –apa melihat
adiknya seperti itu. Merasa iba dan kesal terhadap dirinya yang tak bisa
menjaga adik perempuannya itu.
“Lebih baik aku mati dari pada aku hidup seperti ini tanpa kaki , bagaimana dengan cita- citaku dan eomma yang selama ini aku impikan?” ucap Hye In meratapi dirinya. Donghae memeluknya agar membuatnya merasa tenang.
Flashback On
“PROK…PROK..PROK”,tepukan tangan meriah dari semua penonton setelah menyaksikan pertunjukan seorang ballerina terkenal.
“ Nae eomma daebak . Eommaga JJANG ” , ucap seorang gadis kecil yaitu Hye In yang berusia 12 tahun.
“Aniyo .Bukan eomma Hye In ”,celetuk Donghae yang mengejek adik perempuannya yang selisih 5 tahun darinya.
“ Eomma Hye In juga..aah…”, tangis Hye In.
“Hye In cengeng” , ejek Donghae.
“Appa..Donghae oppa..” rengek Hye In kepada ayahnya.
“Cup…cup… uljima Hye In-ah , anak appa yang cantik” , ucap Tuan Lee.
“Ne , nanti eomma marahin Donghae oppanya”, seru Nyonya Lee.
“
Oke , appa . Oke , eomma. Huh oppahuh. Nanti kalau Hye In sudah besar
,Hye In mau jadi ballerina kayak eomma” ,ucap Hye In kecil ceria.
“kalau kita berlibur kepantai minggu depan , eottohke?” , ajak Tuan Lee.
“Cwegoda”, jawab Hye In dan Donghae serentak.
Seminggu Kemudian
“
Libur tlah tiba. Libur tlah tiba.Hatiku gembira” , nyanyian Tuan Lee
sekeluarga. Tiba – tiba mobil yang mereka tumpangi menabrak sebuah truk
besar kencang sekali sehingga menyebabkan mereka terluka parah.
“Hye
In teruskan cita- citamu menjadi seorang ballerina seperti eomma”, ucap
Nyonya Lee. Kemudian menghembuskan napas terakhirnya. Dan begitu pula
dengan appanya yang menyusul eommanya. Hye in merasa sangat sedih ,
tangisnya menjadi– jadi . Ia berharap ia juga menyusul kedua orang
tuanya. Donghae berusaha menahan tangis didepan adiknya memperlihatkan
begitu tegarnya ia sembari menenangkan adiknya dalam pelukkannya yang
penuh dengan darah di baju mereka berdua.
Flashback Off
Author Pov End
Donghae Pov
Ya
tuhan , begitu beratnya cobaan yang ku hadapi. Miris rasanya melihat
adikku seperti ini. Ini adalah ketiga kalinya ia melakukan percobaan
bunuh diri. Aku semakin takut atas keadaan Hye In sekarang. Untung saja
aku sudah siap siaga , aku menghentikan tindakan Hye In yang ingin
melukai pergelangan tangan kanannya dengan menggunakan pisau buah.
Aku
membenci diriku. Aku kakak yang takberguna. Aku sudah gagal menjaga
adikku. Apa kata eomma dan appa mengenai semua ini ? Aku sudah
mengecewakan mereka. Tetapi sekarang aku pikir Hye In sudah sedikit
baikkan , ia sudah berjanji tidak mengulanginya lagi walaupun masih
terasa sedikit gelisah dipikiranku.
Donghae Pov End
Hye In Pov
Melewati
hari – hari dirumah sakit membuatku merasa bosan apalagi melihat
keadaan seperti ini. Sekarang aku catat, hanya sebuah tongkat yang
membantuku berjalan. Cita – cita yang selalu ingin ku capai sudah
hancur. Aku sudah mengecewakan eommaku. Dari kecil aku sudah berlatih
dan menyiapkan semuanya untuk menjadi seorang ballerina meneruskan
eommaku. Semua telah hancur . Hancur berantakan. Aku sudah lelah dengan
semua ini.
Hye In Pov End
To be continue >>>





Tidak ada komentar:
Posting Komentar